Tercyduk! Sebut Gus Dur Wali Setan, Mundzir Situmorang Didatangi GP Ansor dan Akhirnya Minta Maaf



Kader Muhammadiyah bernama Mundzir Situmorang, yang beberapa waktu lalu video nya viral karena menghina Gus Dur, akhirnya meminta maaf kepada publik pada sesi tabayun bersama di Aula Kantor Kelurahan Jakasempurna Jln. K.H. Noer Ali No. 1 Kel Jakasampurna, Kec. Bekasi Barat Kota Bekasi, Ahad, 27 Agustus 2017, sekitar pukul 20.00 WIB. Acara ini dihadiri sekitar  200 orang.

a. Tampak hadir :

- Asda I Pemkot Bekasi (Bpk. Dinar Faizal Badar, M.Si).

- Kepala Kesbangpol Kota Bekasi (Bpk H. Abdilah Amta).

- Kabag Kesos Kota Bekasi (Ahmad Yani).
- Danramil 01/Keranji (Mayor Inf Rahmat Triono, M.M.).

- Wakasat Intel Polrestro Bekasi Kota (Kompol Muhadi)

- Waka Polsek Bekasi Barat (AKP Saragih).

- Sekcam Bekasi Barat
(Bpk Sumpomo Brama).

- Lurah Jakasampurna (Bpk Nurdin, S.Sos).
- Ketua FKUB Kota

Bekasi (Letkol (Purn) H. Abdul Manan).

- Sekretaris PCNU (Ustad Ayi Nurdin, S.Hi., M.H.).

- Ketua PADASUKA kota Bekasi & Pengurus LDNU Kota Bekasi
USTADZ JUBAH IRENG

- Ketua GP Ansor Kota Bekasi ( Bang Muhamad Jupri).

- Ustdz Drs. Munzir Situmorang.

- DKM Masjid Assalam (Bpk H. Michaf Mapayo).

- Ketua RW 13 (Bpk H. Dedi Harsono).

b. Pada pkl 20.00 Wib Acara dimulai dibuka oleh Asda I Pemkot Bekasi (Bpk Dinar Faizal Badar) : Adanya para pengurus GP Ansor yang datang dan menyampaikan duduk persoalan tentang penghinaan terhadap tokoh besar NU, yang juga mantan Presiden.
- Persoalan apapun itu kita harus bisa menyelesaikan dan harus punya hati dingin demi terciptanya Kota Bekasi yang aman dan kondusif.

c. Sambutan-sambutan.
1. Kepala Kesbangpol Kota Bekasi, H. Abdilah Amta :
- Adanya permasalahan yang harus kita selesaikan, dan ini intern umat Islam, berkenaan satu hal permasalahan yang harus diselesaikan. Kita sangat menyanyangkan dan mudah-mudahan kegiatan ini menjadi solusi ke depan kita sebagai anak bangsa, jangan sampai ada orang yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan.
- Kota Bekasi sangat cepat dengan isu-isu yang miring dan mudah merebak, sehingga jangan sampai terjadi perpecahan umat Islam. Malam ini kita bersilaturahim mari kita saling memaafkan karena adanya kesalahan sebagai manusia yang tidak sempurna.
- Kejadian yang ada di Kota Bekasi, harus diselesaikan secara cepat, tepat dan responsif, dilakukan dengan hati yang sejuk dingin, jangan sampai persoalan ini gampang sekali dipolitisir, apalagi menjelang pilkada, kita ini Islam yang rahmatan lil alamin, malam ini mudah-mudahan selesai.
- Indonesia bukan negara Islam tetapi negara Pancasila dimana keragaman suku, agama dan budaya dan berbagai ragam yang mana dikemas dengan baik dalam bingkai NKRI dan merajut kebersamaan untuk kota Bekasi maju sejahtera dan ikhsan.

2. Ketua FKUB Kota Bekasi (H. Abdul Manan) :
- Malam ini kita ingin berembuk kaitan dengan masalah yang terjadi, berdasarkan keinginan Bapak Walikota Bekasi agar semua problematika di Kota Bekasi bisa diselesaikan sebaik-baiknya, dan jangan sampai berkembang kemana-mana.

3. Ketua GP Ansor Kota Bekasi  (Muhamad Jupri) :
- Tema silaturahim, tetapi ada satu hal yang harus diselesaikan malam ini yaitu berkaitan dengan adanya unsur kebencian oleh Drs. Munzir Situmorang, dan sangat dipandang perlu GP Ansor menyikapi.
- Minggu lalu kita dapat perintah dari DPP Ansor Pusat, adanya di youtube terkait dengan tokoh besar, Kyai dan mantan Presiden RI ke 4 dan terjadi di Kota Bekasi, terlepas itu kajian, pengajian atau kumpul-kumpul dan bertempat di masjid Assalam, Jakapermai, tetap ini penghinaan.
- Kemarin kita GP Ansor sudah berkordinasi dengan para aparat untuk mengambil langkah dan agar upaya kita tidak dianggap sembrono dan brutal.

- Apresiasi kepada pemerintah Kota Bekask, terkait viral yang dilakukan oleh Ustadz Munzir Situmorang, yang isi ceramahnya mengatakan bahwa kyai kita, ulama kita dan almarhum mantan Presiden, dikatakan sebagai wali setan.
À- Bayangkan darimana àdasarnya kyai yang sudah meninggal dan sudah tenang di alam sana masih dikatakan seperti itu. Terkait pengunggahan video di youtube, bukan hanya di Kota Bekasi tetapi di seluruh Indonesia bahkan sampai diluar negeri (nasional dan internasional)
- Kenapa kalimat tersebut yang tidak pantas harus keluar dari seorang Ustadz dan kehadiran Banser, Banon dan Ansor ingin tau kejelasan yang sebenarnya.

4. Sekretaris NU Kota Bekasi (Adi Yas'a) :
- Pemerintah cukup responsip dari dalam hal ini, pemantauan kami permasalahan ini sudah mengelinding, dan sudah masuk keluarga besar NU Jabar dan NU Pusat, bahwa apa yang disampaikan oleh Munzir Situmoranh, membuat kekecewaan. 
- Persoalan ini bukan bicara NU, Ansor, tetapi ini sudah penghinaan terhadap Gus Dur. Kami apresiasi gerakan GP Ansor, dan mohon maaf kepada warga Bekasi, bukan reaktif kami, dan jangan persoalan ini menggelinding kemana-mana demi kepentingan bekasi yang lebih kondusif.

5. DKM Masjid Assalam (H. Michaf Mapayo) :
- Sebenarnya rekaman terjadi pada tahun 2015 silam, dan di viralkan dan durasinya dipotong-potong.
- Kami memohon maaf, dan sekali lagi kami sudah mencabut semua dari youtobe, dan copy rekaman di kami sudah tidak ada sama sekali,  dan kita tida ada niat yang lain.

6. Ustadz Munzir Situmorang :
- Saya lepas ngomong yang luar biasa lepas kontrol makanya saya mohon maaf dikesempatan ini dan saya sangat menghormati Kyai Ma'ruf Amin yang dilecehkan Ahok.
- Lepas ngomong makanya habis itu saya tidak pernah lebih cerita mengungkit bicara tentang itu karena apa yang namanya manusia kadang emosi.
- Saya mengakui bahwa yang beredar di youtube adalah pernyataan saya, disini saya akan membuat pernyataan maaf secara tertulis dan disaksikan yang hadir disini.

Kemudian dibuat pernyataan tertulis oleh Ustadz Munzir Situmorang, yang berisi :
1. Saya mengakui bahwa sekitar tahun 2015 di Masjid Assalam telah mengucapkan "Bahwa Gus Dur adalah Wali Setan".
2. Saya menarik dengan sadar ucapan tersebut di atas dan menyampaikan permohonan maaf kepada :
a. Keluarga Besar Almarhum Gus Dur.
b. Keluarga Besar NU.
c. Keluaraga Besar GP Ansor + Banser.
3. Tidak mengulangi lagi seperti ucapan di atas.
4. Akan menyampaikan permohonan maaf secara visual dan diunggah ke media sosial.
5. Bersilaturahmi menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga Gus Dur selambat-lambatnya 10 hari setelah surat pernyataan ini saya buat.
6. Demikian surat pernyataan saya dengan sadar tanpa tekanan dari pihak manapun, dan apabila dikemudian hari saya mengulangi hal tersebut siap mempertanggung jawabkan secara hukum yang berlaku di NKRI.

Surat pernyataan ini ditandatangani oleh Drs. Mundzir Situmorang yg membuat pernyataan dan disaksikan saksikan oleh frokomninda Kota Bekasi juga aparat keamanan perwakilan dri Polres Metro Bekasi, Polsek Kota dan Koramil 01/Kranji disahkan di Bekasi, tanggal 27 Agustus 2017, disertai materai 6000

Pada pkl 22.30 Wib acara selesai, selama berlangsungnya pertemuan, situasi aman kondusif.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tercyduk! Sebut Gus Dur Wali Setan, Mundzir Situmorang Didatangi GP Ansor dan Akhirnya Minta Maaf"

Posting Komentar